Selasa, 14 Mei 2013

Patogenesis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)


PPOK menurut para ahli ada 2 faktor yang mempengaruhi yaitu faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen (genetik) dapat memanifestasi menjadi PPOK tanpa adanya pengaruh dari luar (eksogen), akan tetapi yang banyak di jumpai adalah kecenderungan untuk PPOK meningkat akibat adanya interaksi antara faktor eksogen dan faktor endogen. Merokok adalah faktor risiko utama PPOK walaupun partikel noxious inhalasi lain dan berbagai gas juga memberikan kontribusi.
Merokok menyebabkan inflamasi paru, karena sebab yang belum diketahui sampai sekarang beberapa perokok menunjukkan peringkatan respon inflamasi normal, protektif dari paparan inhalasi yang akhirnya menyebabkan kerusakan jaringan, gangguan mekanisme pertahanan yang membatasi destruksi jaringan paru dan memutus mekanisme perbaikan, ini membawa perubahan berupa lesi patologi yang khas PPOK. Disamping inflamasi ada proses lain yang juga penting pada patogenesis PPOK adalah ketidakseimbangan protease dan antiprotease dan stress oksidatif. 
Secara umum telah diterima bahwa merokok merupakan faktor risiko terpenting PPOK namun hanya 10-20% perokok mengalami gangguan fungsi paru berat yang terkait PPOK. Hal ini menunjukkan ada faktor lain yang ikut berperan pada kerentaan untuk PPOK pada perokok. Gen yang berimplikasi dalam perkembangan PPOK terlibat dalam ketidak seimbangan protease, metabolism material toksik tembakau, kliren mukosilier dan proses inflamasi.


Sumber :
  1. Jusuf, W., Winarni., Slamet., Hariadi. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Paru. Departemen Ilmu Penyakit Paru FK UNAIR-RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Surabaya.
  2. Tjandra, Yoga Aditama. Asma Bronkial. Departemen Pulmonologi & Kedokteran Respirasi FK-UI/RS Persahabatan. 2006
  3. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2003. PPOK, Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksaan Di Indonesia. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar