Kamis, 09 Mei 2013

Jenis - Jenis Vaksin Malaria


Berdasarkan sasaran antigen vaksin untuk malaria dibuat sesuai dengan stadium perkembangan parasit, dikenal 3 jenis vaksin yaitu:
a)      Vaksin Pre eritrositik
               Vaksin ini mencegah sporozoit memasuki hepatosit, mencegah parasit di dalam hepatosit menjadi matang dan melepaskan merozoit ataupun keduanya, sehingga vaksin ini disebut dengan vaksin anti infeksi. Keuntungan vaksin ini adalah vaksin ini ideal untuk para pendatang yang non imun dan memungkinkan dilakukannya eradiksi malaria. Kerugiannya adalah sulit dibuat dan memperbesar kemungkinan timbulnya strain parasit resisten yang lolos dari sistem imun sehingga vaksin jenis ini akan cepat kehilangan efektivitasnya hanya dalam beberapa generasi parasit.
b)      Vaksin Eritrositik
               Vaksin eritrositik atau vaksin bentuk aseksual darah merupakan jenis vaksin yang mudah dikembangkan, karena hanya ditujukan untuk membangkitkan kembali kekebalan yang sudah terjadi secara alamiah. Keuntungan vaksin jenis ini adalah booster akan terjadi secara alamiah karena paparan berulang dengan nyamuk dan mengurangi kemungkinan timbulnya strain Plasmodium yang resisten akibat seleksi penekanan oleh sistem imun penjamu. Kerugian vaksin jenis ini adalah efek perlindungannya pada anak–anak merugikan karena sistem imun pada anak–anak umumnya kurang protektif dan tidak berkembang secepat orang dewasa.
c)      Vaksin Bentuk Seksual
               Vaksin bentuk seksual atau penghambat transmisi akan membantu mencegah munculnya parasit yang resisten  terhadap obat atau varian parasit yang dapat meloloskan diri dari vaksin pre eritrositik maupun eritrositik. Vaksin jenis ini dirancang untuk menyerang gametosit, zigot ataupun ookinet dalam usus tengah nyamuk. Vaksin ini tidak memberikan keuntungan langsung pada yang divaksinasi karena tidak dapat mengubah infeksi parasit di darah, tetapi akan memberikan keuntungan tidak langsung dengan mengurangi intensitas transmisi dan mortilitas di kemudian hari. Kerugian utama dari vaksin ini yaitu timbulnya resistensi karena munculnya genotip dengan struktur antigen yang berubah.

Sumber :
Harijanto, P. N., Dr., SpPD. Malaria, Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis dan Penanganan. Penerbit Buku kedokteran EGC, Jakarta, 1999
Mendis, K.N. Malaria Vaccines Research. In Malaria: Waiting for The Vaccine. Ed. Targett GAT. John Wiley& Sons, England, 1991

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar