Jumat, 17 Mei 2013

Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Sediaan Padat


Dalam suatu produk farmasi, khususnya sediaan jadi padat, tentulah ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stabilitas suatu produk, diantara lain :

1.  Faktor bahan penyusun

a)      Dapar
Merupakan suatu campuran asam lemah dengan garamnya atau basa lemah dengan garamnya. Tujuannya: Untuk mempetahankan pH, Meningkatkan stabilitas obat, Meningkatkan kelarutan obat, Efek terapetik
Kriteria pemilihan dapar, yaitu ada 4 hal:
  1. dapar mempunyai kapasitas yang memadai dalam kisaran pH yang dinginkan (untuk mempertahankan stabilitas obat maka daparnya kecil)
  2. dapar harus aman secara biologis
  3. dapar tidak mempunyai efek merusak stabilitas produk
  4. memperbaiki rasa dan warna yang dapat diterima
b)     Pengawet
Kemungkinan kontaminasi selama pembuatan, penyimpanan dan penggunaan (sumber kontaminan; berasal dari manusia, bahan obat, bahan tambahan, lingkungan, alat-alat dan bahan pengemas). Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas pengawet:
  • Koefisien distribusi liphoid-air à yang dipilih pengawet yang larut 
  • Harga pH à karena pengawet yang dapat menimbulkan aktivitas adalah pengawet yang tidak terdisosiasi atau terdapat dalam bentuk molekul yang dapat menembus membran 
  • Konsentrasi, ada yang menghambat pertumbuhan dan juga mematikan sel 
  • Suhu, dengan kenaikan suhu berarti terjadi kenaikan aktivitas pengawet
Syarat memilih bahan pengawet, yaitu:
  • dapat tersatukan secara fisiologis, tidak toksik, alergi dan sensibilisasi, yang kesemuanya tergantunng dosis 
  • dapat tercampur dengan bahan aktif dan bahan tambahan termasuk wadah dan tutup 
  • bahan pengwet secara fisika, kimia, biologi 
  • tidak berbau dan tidak berasa 
  • efektif sebagai bakteriostatik atau bakterisid, fungiostatik atau fungisid 
  • cukup larut dalam air hingga mencapai konsentarsi yang memadai

c)         Antioksidan
Terjadi oksidasi, oksidasi dipengaruhi oleh:
  • Harga pH à semakin tinggi harga pH semakin rendah potensial redoks sehingga oksidasinya semakin lancar
  • Cahaya à sebab cahaya mengandung energi oton yang dapat meningkatkan atau mempercepat proses oksidasi, maka molekul-molekul obat semakin reaktif
  • O2 atau kandungan O2 à akan meningkatkan proses oksidasi
  • Ion logam berat à berfungsi sebagai katalisator proses oksidasi
 Pertimbangan dalam memilih antioksidan :
  • efektif pada konsentrasi yang menurun
  • tidak toksik, tidak merangsang, dan tidak menimbulkan OTT
  • larut dalam pembawa
  • dapat bercampur
  • hasil interaksi dari bahan aktif dan bahan pembantu

2. Faktor luar.
a.    cara pembuatan
b.   bahan pengemas Terbagi atas 2, yaitu:
  • bahan pengemas primer : langsung bersentuhan atau kontak dengan sediaan (wadahnya)
  • bahan pengemas sekunder : kotaknya
Syarat bahan pengemas :
  • melindungi preparat dari keadaan lingkungan
  • tidak boleh bereaksi dengan produk
  • tidak boleh memberikan rasa atau bau paa produk
  • tidak toksik
  • disetujui oleh FDA
  • harus memenuhi tuntunan tahan banting yang sesuai
  • mudah mengeluarkan isi
  • menarik
bahan-bahan untuk wadah, antara lain berasal dari :
  • gelas
  • plastik
  • tube
kondisi penyimpanan yang meliputi suhu, tekanan, kelembapan dan cahaya. Suhu penyimpanan sediaan harus dijelaskan karena menyangkut aspek stabilitas dan masa kadaluwarsa sediaan. Suhu penyimpanan menurut farmakope indonesia terdiri dari :
  • Dingin adalah pada suhu tidak lebih dari 8°C.
  • Sejuk adalah penyimpanan pada suhu antara 8°C dan 15°C.
  • Suhu Kamar adalah penyimpanan pada suhu ruang kerja. Suhu kamar terkendali adalah suhu yang diatur antara 15°C dan 30°C. 
  • Hangat adalah penyimpanan pada suhu antara 30°C dan 40°C.
  • Panas berlebih adalah penyimpanan pada suhu di atas 40°C.

Perlindungan dari pembekuan selain resiko kerusakan kemasan (wadah), pembekuan suatu sediaan (artikel) dapat menyebabkan kehilangan kekuatan / potensi, atau merusak dan mengubah sifat sediaan. Pada etiket / label kemasan harus dicantumkan petunjuk untuk melindungi sediaan / artikel dari pembekuan. Penyimpanan di bawah kondisi tidak khusus jika tidak ada petunjuk khusus penyimpanan atau pemabatasan dalam monografi, maka kondisi penyimpanan termasuk perlindungan terhadap kelembapan, pembekuan dan panas berlebihan.
Uji stabilitas terhadap penyimpanan berguna untuk mengetahui perubahan yang terjadi selama proses pendistribusian, pada proses transportasi apabila produk ini akan dipasarkan dan juga pada saat produk sampai di tangan konsumen. Untuk memastikan berbagai fungsi sediaan telah sesuai maka sangatlah penting untuk mengamati setiap perubahan yang terjadi, baik perubahan fisik maupun perubahan struktur kimia.
  • Perubahan kimia : perubahan warna, perubahan bau dan pembentukan kristal, perubahan kadar.
  • Perubahn fisik : pemisahan, pengendapan, agregasi, penguapan, cracking.

Penerapan prinsip fisika-kimia tertentu pada pelaksanaan pengkajian stabilitas telah terbukti sangat menguntungkan pengembangan sediaan yang stabil. Hanya pendekatan itu yang memungkinkan pemanfaatan data yang diperoleh dari penyimpanan dalam kondisi yang melebihi keadaan normal secara tepat dan memadai, untuk maksud meramalkan stabilitas pada penyimpanan normal selama jangka waktu yang lama. Sangat penting bagi produsen farmasi untuk meramalkan dengan tepat stabilitas produk baru pada penyimpanan normal dari data penyimpan dipercepat, karena keuntungan ekonomis besar yang diperoleh dari pemasaran prouk baru secepat mungkin setelah formulasinya selesai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar