Kamis, 09 Mei 2013

Dosis dan Laju Dosis Radiasi


Radiasi secara umum merupakan suatu cara perpindahan energi dari sumber energi ke lingkungannya. Radiasi berdasarkan tingkat energi yang dipancarkan dibedakan menjadi radiasi pengion dan radiasi tak pengion. Radiasi pengion mempunyai energi yang relatif lebih tinggi sehingga dapat mengionisasi bahan, sedangkan radiasi tak pengion mempunyai energi yang lebih rendah, tidak bisa mengionisasi bahan. Radiasi nuklir merupakan radiasi pengion yang dipancarkan dari bahan radioaktif yaitu bahan yang tersusun dari atom-atom atau inti-inti atom yang tidak stabil.
            Sudah menjadi fenomena alam bahwa sesuatu yang tidak stabil selalu cenderung berubah menjadi stabil, demikian halnya dengan atom dan inti atom yang tidak stabil akan berubah menjadi stabil dengan memancarkan radiasi nuklir. Peluruhan radioaktif terdiri dari tiga jenis utama yaitu : peluruhan alfa (α), peluruhan beta (β), dan peluruhan gamma (γ). Radiasi memiliki manfaat dan potensi bahaya, maka menurut Kustiono diperlukan besaran kuantitatif yang disebut dosis, yang ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis radiasi dan jenis bahan yang dikenainya.
            Apabila radiasi mengenai bahan,  maka akan terjadi penyerapan energi di dalam bahan tersebut melalui berbagai macam proses/interaksi. Dosis serap didefinisikan sebagai energi rata-rata yang diserap bahan per satuan massa bahan tersebut. Satuan dosis serap dalam Sistem Internasional adalah joule/kg dengan nama lain Gray (Gy).
            Definisi laju dosis serap adalah dosis serap per satuan waktu, dan diberi simbol D. Satuan laju dosis serap dalam Sistem Internasional adalah joule/kg jam atau gray/jam dan dalam satuan lama adalah rad/jam.

Sumber :
Yuniarti, E. Karakterisasi Dosimeter Saku Digital Merek Aloka PDM-112. FMIPA, IPB, 2003, hal 1-2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar