Jumat, 17 Mei 2013

Pengertian Analgetik


Analgetika adalah obat-obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Analgetika pada umumnya diartikan sebagai  suatu obat yang efektif untuk menghilangkan sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan nyeri lain misalnya nyeri pasca bedah dan pasca bersalin, dismenore (nyeri haid) dan lain-lain sampai pada nyeri hebat yang sulit dikendalikan.  Hampir semua analgetik ternyata memiliki efek antipiretik dan efek anti inflamasi.
Asam salisilat, paracetamol mampu mengatasi nyeri ringan sampai sedang, tetapi nyeri yang hebat membutuhkan analgetik sentral yaitu analgetik narkotik. Efek antipiretik menyebabkan obat tersebut mampu menurunkan suhu tubuh pada keadaan demam sedangkan sifat anti inflamasi berguna untuk mengobati radang sendi (artritis reumatoid) termasuk pirai /gout yaitu kelebihan asam urat sehingga pada daerah sendi terjadi pembengkakan dan timbul rasa nyeri.
Analgesik anti inflamasi diduga bekerja berdasarkan penghambatan sintesis prostaglandin (penyebab rasa nyeri). Rasa nyeri sendiri dapat dibedakan dalam tiga kategori:
·    Nyeri ringan (sakit.gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri haid dll), dapat diatasi dengan asetosal, paracetamol bahkan placebo.
·        Nyeri sedang (sakit punggung, migrain, rheumatik), memerlukan analgetik perifer kuat.
·        Nyeri hebat (kolik/kejang usus, kolik batu empedu, kolik batu ginjal, kanker ), harus diatasi dengan analgetik sentral atau analgetik narkotik.

Kegunaan Air di Farmasi


Air murni adalah air yang disaring secara mekanis atau harus terlebih dahulu diolah dan dibersihkan untuk konsumsi. Air suling dan air deionisasi adalah bentuk yang paling umum dari air murni, namun air juga dapat dimurnikan dengan proses lainnya termasuk reverse osmosis, filtrasi karbon, mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, oksidasi ultraviolet, atau elektrodialisis. Dalam beberapa dekade terakhir, kombinasi dari proses di atas sudah mulai digunakan untuk menghasilkan air kemurnian tinggi sehingga kontaminan yang diukur dalam bagian per miliar (ppb) atau bagian per triliun (ppt). Air murni memiliki banyak kegunaan, terutama dalam ilmu farmasi dan teknik laboratorium dan industri, dan diproduksi dalam berbagai kemurnian. Air suling yang dihasilkan melalui proses penyulingan, memiliki konduktivitas listrik tidak lebih dari 10 mikrodetik / cm dan total padatan terlarut kurang dari 10 mg / liter. Distilasi melibatkan pemanasan air dan kemudian terkondensasi uapnya dan meninggalkan kontaminan padat. Proses distilasi dapat menghasilkan air yang sangat murni. Distilasi saja tidak menjamin tidak adanya bakteri dalam air minum kecuali wadah yang digunakan juga disterilkan.
·         Water For Injection
air untuk injeksi adalah air yang di preparasi melalui proses distilasi air atau air murni, atau oleh reverse osmosis-ultrafiltrasi (membran reverse osmosis, membran ultrafiltrasi atau sistem pemurnian gabungan menggunakan membran) dari air murni, dan digunakan untuk preparasi injeksi, atau untuk penggunaan alternatif sebagai air yang dikemas untuk injeksi, yang disimpan dalam wadah yang sesuai dan disterilkan. ketika air untuk injeksi disiapkan oleh reverse osmosis-ultrafiltrasi, dilakukan pencegahan terhadap kontaminasi mikroba dari sistem pemurnian untuk mendapatkan kualitas yang baik yang setara dengan air hasil distilasi. air untuk injeksi untuk persiapan sediaan injeksi harus digunakan segera setelah preparasi. Namun, hal itu dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu, jika sistem pemurni air yang ditetapkan untuk menghindari kontaminasi mikroba dan pertumbuhan dalam periode yang ditentukan. air untuk injeksi di preparasi dengan distilasi dan dikemas dalam wadah sebagai produk disterilkan dan dapat diberi label "air suling untuk injeksi" sebagai nama yang umum digunakan.
·         Purified water
air murni adalah air yang dimurnikan dengan hiperfiltrasi (reverse osmosis, ultrafiltrasi), pertukaran ion, distilasi atau kombinasi dari metode ini. ketika preparasi air murni, hati-hati untuk mencegah kontaminasi mikroba. digunakan segera setelah pemurnian. Air murni dapat disimpan untuk jangka waktu tertentu, jika berada dalam wadah yang cocok yang bisa  mencegah pertumbuhan mikroba.
Air merupakan cairan singular, oleh karena kapasitasnya untuk membentuk jaringan molekul 3 dimensi dengan ikatan hidrogen yang mutual. Hal ini disebabkan karena setiap molekul air mempunyai 4 muatan fraksional dengan arah tetrahedron, 2 muatan positif dari kedua atom hidrogen dan dua muatan negatif dari atom oksigen. Akibatnya, setiap molekul air dapat membentuk 4 ikatan hidrogen dengan molekul disekitarnya. Sebagai contoh, sebuah atom hidrogen yang terletak di antara dua atom oksigen, akan membentuk satu ikatan kovalen dengan satu atom oksigen dan satu ikatan hidrogen dengan atom oksigen lainnya, seperti yang terjadi pada es Perubahan densitas molekul air akan berpengaruh pada kemampuannya untuk melarutkan partikel. Oleh karena sifat muatan fraksional molekul, pada umumnya, air merupakan zat pelarut yang baik untuk partikel bermuatan atau ion, namun tidak bagi senyawa hidrokarbon.
Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-gram) disebut sebagai zat-zat hidrofilik (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat hidrofobik (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air.
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) andtemperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen,flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fase berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor).
Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagaiikatan hidrogen. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cairdan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Sediaan Pewarna Rambut


a.       Kimiawi
Pada proses pembuatan suatu sediaan farmasi dipakai suatu zat kimiawi baik tunggal maupun campur atau lebih dari satu zat kimiawi, zat kimiawai tersebut bisa berfungsi sebagai bahan aktif atau zat yang berkhasiat, dan bahan tambahan, tidak tertutup kemungkinan adanya suatu reaksi kimia seperti reaksi oksidasi, redukssi dan lainnya. Zat kimiawi yang dipakai dalam suatu sediaan farmasi diperuntukan untuk menunjang sediaan farmasi agar sediaan farmasi efektif dan aman. Penggunaan bahan kimiawi lebih dari satu macam tidak menutup kemungkinan akan adanya reaksi anatara zat kimia tersebut, reaksi yang tidak diharapkan akan berakibat pada rusaknya sediaan, berubah warna, atau berubahnya konsentrasi zat aktif yang terkandung pada suatu sediaan farmasi.

b.      Suhu
Proses pembuatan, pendistribusian serta penyimpanan suatu sediaan obat farmasi dipengaruhi oleh suhu tempat produk itu berada, perlu diperhatikan atau dikendalikan suhu dimana tempat produk itu berada. Suhu yang terlalu tinggi menyebabkan rusaknya suatu sediaan, ada beberapa zat yng tidak tahan pemansan, apabila ada panas yang berlebihan akan menyebabkan rusaknya suatu sediaan contoh, asam mefenamat.

c.       pH
Kandungan asam atau basa dapat berkaitan dengan reaksi kimiawai, atau pertumbuhan mikroba, karena bisa adanya reaksi kimiawi dan pertumbuhan mikroba pada kedaan terlalu asam dan basa. pH atau keadaan asam atau basa suatu bahan kimia atau bahan, keadaan pH yang stabil akan mempengaruhi keadaan zat kimiawi pada suatu sediaan.

d.      Higroskopisitas
Higroskopisitas adalah potensial lembab yang dapat diabsorbsi oleh suatu sediaan obat dengan laju tertentu pada satu kondisi tertentu. Jika produk obat diformulasikan sangat sensirtif terhadap lembab maka selama proses produksi dan penyimpanan, uap air yang terserap oleh produk obat tersebut tidak boleh menyebabkan produk menjadi rusak dan tidak lagi memenuhi persyaratan. Perubahan fisik bahan higroskopis dapat terlihat seperti pelunakan dan pengerasan. Oleh karena itu sangat penting mengetahui besarnya lembab yang dapat diserap oleh suatu sediaan obat pada kondisi tertentu agar dapat memperkecil efek yang ditimbulkan oleh adanya lembab tersebut dengan cara penggunaan bahan kemas yang tepat maupun selama proses produksi dengan mengontrol kelembaban ruangan agar kualitas obat tetap dapat dipertahankan.

Pewarna Rambut


Pewarna rambut atau cat rambut adalah bahan yang dapat digunakan untuk mengubah warna rambut baik secara radikal atau keseluruhan yang dapat berasal dari materi tumbuh-tumbuhan, hewan maupun logam dan mineral. Tujuan dari pewarnaan rambut antara lain untuk mewarnai rambut putih yang mulai tampak seiring dengan bertambahnya usia, dan mengubah penampilan warna rambut seluruhnya atau sebagian saja. Mengubah penampilan warna rambut dapat juga dengan penambahan highlights atau toning. Toning rambut berbeda dengan cat cair rambut dimana toning hanya menambah efek rambut menjadi lebih shiny dimana warna shiny-nya tergantung dari warna toning yang digunakan dan tidak merubah warna rambut.
Jenis-jenis pewarna rambut yang ada dimasyarakat antara lain:
1.      Pewarna rambut cair
Adalah jenis pewarna rambut yang sering digunakan, bahan penyusun yang dipergunakan sebagian besar dalam bentuk cair, sebagai contoh bahan yang dipergunakan antara lain air (30-50%), solvent misalnya alcohol atau isopropyl alcohol (30-50%), neutralizer untuk polimer seperti aminomethyl propanediol (0,0-0,5%), plasticizer seperti poliglikol (0,0-0,1%), farfum (0,2%),  dye yang larut air seperti methyl violet Cl 42595 (0,1%) dan colouring agent.
2.      Pewarna rambut setengah padat
Pewrna rambut setengah padat yang biasa ditemukan dipasaran dalam bentuk setengah padat adalah sediaan pasta, sediaan pasta memiliki karakteristik yang berbeda dari sediaan kosmetik cair dapat ditinjau dari pemerian dan sifat alir yang berbeda, bahan yang dipergunakan hampir sama, tetapi berbeda dalam hal sediaan dasar, sediaan dasar adalah berbentuk pasta, sebagai contoh, kombinasi vaselinum dan amylum dapat dibuat sebagai basis pasta